Sabtu, 13 Desember 2014

My Brother Notes #3

Aku Memiliki Cara Tersendiri Untuk Membahagiakan Orangtua..

Aku di didik memang terbentuk dari kecil...
Menjadi pribadi yg keras dan belajar menjadi seorang lelaki yg mandiri
tapi biarpun begitu aku sadar..
Bahwa di balik semua itu..
Aku memiliki maksud yg baik untuk aku dan aku yakin,
bahkan aku mampu untuk menjadi apa..
Yg kalian ingin kan orang tua ku terbang tinggi dan menjadi orang yg tinggi yg kalian ingin kan pada ku anak mu ini....
Yg tak inggin merasakan bagai mana sakit nya hidup ini bahkan aku juga yakin bahwa aku akan buktikan pada kalian orang tua ku bahwa aku anak mu yg nakal ini bisa menjadi seperti apa yg kalian inginkan nanti nya...

-Gusti Robby Kurnia-

Minggu, 07 Desember 2014

My Brother Notes #2

Sekedar ingin menulis

Jangan kau rusak negeriku.. jangan kau hancurkan negriku..
sudah banyak problem yang mendera.. di atas negri ini tanpa ada penyelesaian..

Kau tak pernah memikirkan..
kejadian-kejadian dan problem-problem yang ada.. yang menimpa negri ini..
problem-problem yang ada di tanah air ini..
Adalah kemiskinan, pengangguran, ketidak adilan, korupsi, kriminalitas, pornografi, kerusakan moral, harga sembako melangit, pendidikan mahal, kesehatan tak terjangkau, cengraman imprealisme, dan masih banyak masalah lain..

Yang masih merajalela di negeri ini..
Seakan-akan pemerintah berjalan dengan menutup mata..
Yang tak pernah, tak pernah melihat.. Dan tak pernah menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di negeri ini.. Dan yang menjadi akar persoalannya adalah pelaksanaan sistem yang bobrok.. dan rezim yang menghianati rakyat..

Menebar janji..
Dimana-mana seakan-akan rakyat tak mendengar..
Dan pemerintah-pemerintah yang memakan uang rakyat (negara)..
Yang berpuluh-puluh juta bahkan bermilyar-milyaran..

Hingga banyak problem yang terjadi di negri ini..
Mau di bawa kemana negeri ini..
Yang penuh problem- problem.. Yang terjadi di negeri ini..
Mau di bawa kemana tanah air ini..
Yang sudah penuh dengan kerusakan dengan bermacam-macam problem..
Yang menimpa negri ini..
Segalanya telah rusak akibat banyak problem segalanya telah hancur berkeping-kepin g di timpa dengan berbagai macam problem..
Dan berbagai macam janji palsu untuk rakyat..
Hingga rakyat menjadi sengsara akibat menunggu mengharap janji-janji palsu..
Sang penghianat yang penuh dengan kebohongan..


                                                                                             -Gusti Robby Kurnia-

Selasa, 25 November 2014

Terguncang Fatamorgana

Pancaran cahaya menyilaukan
Memantulkan warna indah yang membias langit cerah

Menggugah jiwa untuk mendekat
Meraba dan merasakan sentuhan lembutnya

Begitu menggoda
Begitu mempesona
Inikah surga ?
Entahlah, Tak pernah ada yang tahu

Perlahan dan pasti
Mencoba untuk mendekati
Semakin dekat 
Cahayanya semakin kuat

Membakar naluri
Menghapuskan memori
Membuat lupa akan siapa diri ini

Dan ketika berada tepat didekatnya
Sebuah sentuhan menggetarkan jiwa
Menjalar keseluruh tubuh
Mengguncang nurani

Seketika cahaya itu memudar
Hilang tak tersisa
Dan pergi entah kemana

Apakah ini fatamorgana...



@Ge_Maullana

Senin, 15 September 2014

My Brother Note

Dalam Sengatan Bunga Matahari Terpampang Janjimu
Bola Apimu Menggelayut Di Semua Kepala Bangsa Ini
Mereka Catat Dan Ingat Apa Yang Pernah Kau Lontarkan
Dalam Sebuah Orasi
Di Panggung Terbuka
Presidenku
Jutaan Nurani Menyemangatimu
Jutaan Nurani Menopangmu Memimpin Negeri Ini
Dan Jutaan Pasang Nurani Menunggu
Bagaimana Kau Mengolah Kekayaan Tanah Ini
Untuk Kesejahteraan Rakyatmu . . . !
Di Pundakmu Terpikul Amanah
Di Punggungmu Jutaan Tangan Meletakkan Harapan
Buat Hari Depan Bangsa Ini !
Kemudi Di Tanganmu
Ke Mana Kau Arahkan Perjalanan Bangsa Ini
Terletak Pada Kebijakanmu !
Kaulah Yang Tentukan !
Sebagai Jelata
Kami Hanya Mampu Berdoa . . .
Jadikanlah Negeri Ini Surga Bagi Kami
Jadikanlah Negeri Ini Seperti Apa Yang Tertulis
Dalam Cita-cita Luhur Kami
Jangan Biarkan Kaum Kapitalis Merampas
Dan Merampok Kekayaan Yang Kita Miliki !
Jangan Biarkan Negeri Ini Bangkrut Karenanya !
Juga Para Koruptor Yang Menjadi Musuh Dalam Selimut
Karena Merekalah Penyumbang Terbesar
Rusaknya Moral Para Birokrat Negeri Ini !
Presidenku
Jangan Lupa Kau Tengok Saudara Kita
Yang Tengah Berjuang Demi Sesuap Nasi Di Negeri Orang
Banyak Dari Mereka Yang Tewas Dianiaya
Jangan Engkau Terlambat Membelanya !
Yang Lebih Menyedihkan . . .
Buruh Perempuanlah Yang Banyak Menjadi Korban !
Mengapa Tak Dihentikan Saja “Ekspor” Manusia Ini !
Jika Pejuang Gugur Di Medan Tempur !
Buruh Migran Gugur Disiksa Majikan !
Mereka Sama-sama Pahlawan . . . !
Pahlawan Kemerdekaan !
Dan Pahlawan Devisa !
Jika Pejuang Gugur
Ia Memperoleh Bintang Jasa Dari Pemerintah !
Buruh Migran Gugur
Bintang Apa Yang Kelak Kau Sematkan . . . ?
Sementara 280 Nyawa Yang Lain
Menanti Ajal Di Ujung Pedang !
Presidenku
Jangan Lupa Kau Lihat
Anak-anak Kita Yang Terseok-seok Di Pedalaman
Sebrangi Sungai Dan Naik Turun Gunung
Berangkat Ke Sekolah . . . !
Mereka Berjuang Demi Pengetahuan
Demi Ketertinggalan Di Daerahnya
Yang Belum Juga Dialiri Listrik . . . !
Mereka Juga Berhak Meraih Mimpi Dan Cita-citanya !
Tak Terbayangkan Bagaimana Jika Mereka Sakit ?
Jangankan Biaya Dokter . . .
Bertemu Nasi Pun Merupakan Berkah Bagi Mereka !
Dan Mereka Tahu
Biaya Rumah Sakit Sama Mahalnya Dengan Biaya Pendidikan !
Tapi Sudahlah . . .
Semoga Tuhan Melindungi Mereka . . .
Melindungi Anak-anak Bangsa Ini
Dari Keterpurukan . . . !
Presidenku
Ujian Terberat Bagimu Adalah . . .
Akan Kau Letakkan Di Mana Hukum Nantinya ?
Di Langit-langit Istana . . . ?
Hukun Kekerabatan . . . ?
Hukum Yang Tebang Pilih . . . ?
Hukum Tanpa Pandang Bulu . . . ?
Atau Pada Keberanian Atas Kebenaran . . . ?
Perjuangan Kita Masih Panjang
Sekali Lagi . . .
Sebagai Jelata Kami Hanya Mampu Berdoa
Untuk Kemakmuran
Dan Kejayaan
Indonesia . . . !


-Gusti Robby Kurnia-

Minggu, 07 September 2014

One Hope One Pain

"Hal yg paling menyakitkan adalah ketika kita yakin dan percaya akan sebuah harapan yg bisa menjadi kenyataan, tapi disisi lain kita sadar bahwa harapan tersebut sulit terwujud dan bahkan tidak akan pernah jadi kenyataan.."


‪#‎DamnItsTrue‬ -Gusti Bob Maullana-

Sabtu, 09 Agustus 2014

Remember.. I'll always by your side


I'll turn off the lights and let you sleep
Just close your eyes relax and breathe,
In slowly, no, don't feel lonely
Cause, I'll be right here, by your side
If you should awake into the night,
Keep dreaming
Cause I'll be keeping

Your, heart in mine,
Don't you know I'll always be near
Even in the hardest time,
Don't you know I'm always right here
When you're feeling lost
Don't give up because,
It's alright,
When you close your eyes,
I'm by your side




                         
FRIESKA ANASTASIA LAKSANI


I'am nothing without you...

Ketika aku masih tidak mengerti apa-apa
Aku Bermimpi
Kau mengulurkan tanganmu dan berkata
Hal yang paling penting
Adalah tetap menatap ke depan.”
Aku mengangguk dan merasa lebih baik
Aku bisa pergi kemanapun
Disaat-saat sulit, aku menoleh ke belakang
Tuk memastikan kau masih ada
Karena kau ada untukku
Aku bisa melakukan segalanya tanpa menyerah
Bagiku
Kau akan selalu ada
Mengawasiku dari tempat itu

Kita terpisah oleh keadaan

Dan aku tidak bisa melihatmu untuk sementara waktu
Tapi aku tak akan pernah lupa


Itu perpisahan yang tiba-tiba
Bukan kesalahan siapa-siapa
Kita hanya berpisah
Kau tersenyum dan berkata,
Mimpimu tak akan pernah menghilang
Selama kau tidak menyerah.”


Dengan dukunganmu
Aku bisa percaya pada jalan ini
Suatu hari nanti aku pasti akan bertemu denganmu lagi
Jadi kau bisa memujiku atas usaha kerasku
Dengan dukunganmu
Aku bisa bergerak lurus ke depan tanpa ragu
Aku ingin 
Menangis dalam rangkulanmu
Cintamu begitu jauh, namun begitu dekat


Apakah aku telah tumbuh dewasa
Dibanding diriku yang dulu?
Di hari-hari ketika aku begitu kekanak-kanakan
Aku tak bisa melihat apa-apa dan hanya mengatakan hal-hal egois
Apakah aku telah tumbuh dewasa?
Setelah semua air mata yang ku tangiskan
Aku akhirnya bisa
Kembali pulang kesini
Kau sungguh dukungan besar bagiku


Kau tahu I'am nothing without you...

Jumat, 08 Agustus 2014

Mungkin lirik lagu ini bisa mewakili perasaan gue sekarang...

SLANK - Anyer 10 MaretAlbum Piss (1993)
Malam ini

Kembali sadari aku sendiri

Gelap ini

Kembali sadari engkau telah pergi

Malam ini

Kata hati harus terpenuhi

Gelap ini

Kata hati ingin kau kembali

Hembus dinginnya angin lautan

tak hilang ditelan bergelas-gelas arak

yang kutenggakkan...ooo....

Malam ini

Kubernyanyi lepas isi hati

Gelap ini

Kuucap berjuta kata maki

Malam ini

Bersama bulan aku menari

Gelap ini

Ditepi pantai aku menangis

Tanpa dirimu dekat dimataku

Aku bagai ikan tanpa air

Tanpa dirimu ada disisiku

Aku bagai hiu tanpa taring

Tanpa dirimu dekap dipelukku

Aku bagai pantai tanpa lautan

Kembalilah...kasih ooo Kembalilah kasih

Minggu, 15 Juni 2014

“The story of Me and Kimmy” Misi Menyelamatkan Masa Depan Part 3 End

Part 3
Beberapa minggu kemudian, gue mendapatkan kabar duka dari Bogor, melalui pesan singkat yang dikirim Ahmad..
“Innalillahi wainnaillaihi rojiun.. Telah berpulang ke Rahmatullah, orang yang telah menginspirasi kita.. Pak Madi.. pada hari ini pukul 11:25 siang karena serangan jantung, semoga beliau ditempatkan ditempat yang layak.. Amin”
Gue yang waktu itu sedang bersama Kimmy makan siang.. langsung tertunduk lemas ketika membaca isi pesan dari Ahmad…
“Kamu kenapa Vick?? Kok lemes gitu” tanya Kimmy..
“baca ini Kim..” kata gue sambil menunjukan pesan dari Ahmad…
“siapa pak Madi??” Kimmy bertanya lagi..
“temen gue Kim.. gue harus ke Bogor sekarang juga..”
“gue ikut” kata Kimmy..
“ya udah.. lo kasi tau dulu orang rumah..” kata gue sambil sms nyokap..
“udah” jawab Kimmy..
Gue sama Kimmy pun berangkat ke Bogor.. untuk ikut mengantarkan pak Madi ke tempat peristirahatan terakhirnya..
begitu sampai di rumah pak Madi.. terlihat banyak banget pelayat yang datang..
“dateng juga lo Vick.. ke dalam gih” kata Ahmad..
Karena Kimmy saat itu memakai pakaian yang agak sedikit terbuka dan lupa bawa baju ganti.. Ahmad langsung mengajak Kimmy kerumah nya untuk ganti pakaian..
“Kim, Lo ikut gue..” kata Ahmad..
“Iya Mad..” sesampainya dirumah Ahmad, Kimmy dan Ahmad pun menuju kamar Dita *adik Ahmad*.
“Nih Kim, ganti pake ini biar agak tertutup.. punya adek gue” kata Ahmad..
“iya” kata Kimmy..
“gue tunggu di luar..” Ahmad pun meninggalkan Kimmy didalam Kamar..
selesai mengganti pakaiannya, Kimmy menuju mobil gue untuk menyimpan tas nya.. dan menyusul gue di rumah Pak Madi, untuk ikut ke pemakaman.. pemakaman Pak Madi di iringi isak tangis dari para kerabat Almarhum..
Kimmy yang dari tadi terlihat sedih pun akhirnya meneteskan air matanya, seiring jenazah Almarhum masuk ke liang lahat..
Gue memeluk Kimmy dari samping.. gue menoleh ke kiri terlihat Ahmad berdiri menghadap nisan Almarhum, sambil menggenggam tangan seseorang. Gue baru sadar kalau tangan yang di genggam Ahmad adalah tangan Veranda..
Prosesi pemakaman pun selesai.. gue, Kimmy, Ahmad dan Veranda pun pulang menuju rumah Ahmad..
“Mad, sejak kapan Veranda kesini??” tanya gue
“kemaren Vick..” jawab Ahmad..
“lo udah jadian??” tanya gue lagi..
“udah beberapa hari yang lalu” jawab Ahmad sambil tersenyum..
“syukurlah” kata gue..
“lo sendiri gimana??” Ahmad kembali bertanya..
“masih belom Mad.. lagi nunggu waktu yang tepat..” jawab gue..
“semangat Vick, gue selalu dukung lo. Tapi jangan kelamaan juga ntar di tikung orang” kata Ahmad sambil tertawa..
“thanks Mad” gue menepuk pundak Ahmad..

Oke.. misi gue emang terlihat gagal buat Almarhum pak Madi.. tapi untuk Ahmad, misi gue udah mulai terlihat titik cerahnya.. dan semoga itu bisa terjadi sama gue..
Buat Pak Madi.. “Terima Kasih pak udah mau menjadi bagian dari inspirasi saya, semangat bapak dalam menjalani hidup akan saya teruskan, dan semoga amal dan ibadah bapak diterima disisiNya.. Amin”..
*kau terbenam di akhir senja kehidupan dalam lelap terpulasmu.. Menyatu padu dengan semesta menuju kekekalan*                                                                                 #DeadSquad – Ode Kekekalan Pusara

Senin, 09 Juni 2014

“The story of Me and Kimmy” Misi Menyelamatkan Masa Depan Part 2

Part 2           
Di minggu pagi yang cerah setelah diguyur hujan secara brutal semalam.. gue bangun dari tidur gue..  Ahmad masih belum bangun.. gue keluar kamar dan menuju teras depan untuk menghirup udara pagi yang jarang gue dapet di Jakarta..
“Selamat pagi nak Vicky..” sapa Bapak Ahmad yang sedang duduk..
“Pagi pak..” jawab gue
“silahkan duduk” bapak Ahmad mempersilahkan..
“Iya pak terima kasih” jawab gue..
“Ngopi dulu..” kata Bapak Ahmad sambil menuangkan kopi kedalam gelas..
“suasana disini enak yah pak.. udaranya juga masih segar.. kapan kapan kesini lagi ahh.. seru gue..
 “iya.. tapi kalau udah siang suka agak panas disini.. mau rokok??” Bapak Ahmad menawakan gue rokok..
“Nggak usah pak, punya saya ada di Mobil.. sebentar saya ambil dulu..” gue berjalan ke mobil.. gue buka dashboard mobil dan kebetulan banget ada 3 bungkus rokok.. dua punya gue dan satunya lagi gue nggak tau punya siapa.. gue ambil aja..
Gue kembali ke kursi.. sambil meletakkan 2 bungkus Marlboro merah.. dan memberikan sebungkus surya 16 untuk bapak Ahmad..
“ini Pak buat Bapak..” gue menyodorkan rokok..
“wah terima kasih nak..”
Tiba tiba Ahmad menepok pundak gue.. dan langsung duduk di sebelah bapaknya..
“Awal banget Vick lo bangun.. tumben..”
“Biasa aja Mad, jangan heboh gitu..” jawab gue..
Kami bertiga tertawa..
“gue mandi dulu” Kata Ahmad..
“cepetan yah gue juga mau mandi..” gue berdiri
“pak mau mandi dulu”
“ohh iya..” jawab bapak Ahmad..
                Setelah sarapan pagi.. gue sama Ahmad pun berangkat menuju JKT48.. ehh Jakarta maksudnya dan pulang ke rumah.. *let’s go* sampai di Jakarta dan nganterin Ahmad ke kost nya.. gue pun pulang ke rumah..
Hari hari berikutnya sama aja kayak hari hari biasa.. terlalu mainstream..
gue bosen.. gue buka hp gue iseng iseng sms Kimmy..
“Hai Kim, ini gue Vicky.. lo apa kabar..??”
nggak lama nunggu, gue dapat balasan.. langsung gue buka, dan isinya.
“Hai juga Vicky.. gue baik kok.. lo apa kabar?? Tumben sms gue kangen yah?? Hehe”
“bisa jadi sih.. ketemuan yuk..”
“Ketemuan?? Kapan??”
“Besok siang gimana??”
“Besok.. oke deh”
“ya udah besok siang gue tunggu di café deket kampus..”
“oke deh.. see ya tomorrow”
gue girang bukan main.. saking senengnya gue moshing.. berhubung lagi nggak ada parade dan konser metal.. gue batal moshing.. hehe
                Keesokan harinya.. gue dapet telpon dari Kimmy..
Kimmy : “Haloo..”
Gue : “iya Haloo”
Kimmy : “Vick, lo dimana??”
Gue : “ di café..”
Kimmy : “ya udah gue kesana”
belum sempat gue jawab.. terdengar bunyi “tut tut tut”… *siapa yang kentut woy*
ternyata telponya udah ditutup dan gue bengong.. beberapa menit kemudian, Kimmy datang dan langsung duduk di depan gue..
“kita jalan yuk Kim..”
“kemana??”
“Kemana aja deh, tapi kita makan dulu”
“yukk.. kebetulan lagi laper” Kimmy mengiyakan ajakan gue..
Kita pun menuju salah satu restoran yang di beritahu Kimmy..
sampai di restoran, dapet meja, manggil pelayan, pesen makan, nunggu makan datang, makanan pun datang, makan, kelar makan, panggil pelayan lagi, bayar, trus keluar.. *mainstream*
gue sebenernya pengen ngajakin Kimmy nonton, tapi film lagi nggak ada yang bagus..
jadi gue ngajakin Kimmy ke salah satu toko jersey bola..
“Kim.. kita ke toko jersey bola aja yuk..” ajak gue
“oke deh..” jawab Kimmy tersenyum..
Sesampainya di toko.. gue masuk sendiri ke dalam dan Kimmy ketoilet karena kebelet bang air kecil..
gue mulai mencari jersey Man Utd.. *gue seorang United Army* jersey ketemu tapi ukuran nya kecil.. gue Tanya ke mas mas yang jaga..
“mas, ini nggak ada yang gedean??”
“ukuran nya mas”
“yang L mas..”
“Tunggu sebentar mas”
gue mengangguk.. tiba tiba gue di kagetin sama Kimmy yang abis dari toilet..
“dapet nggak jersey nya??”
“lagi di cariin ukuran yang pas sama mas yang jaga”
“ohh gitu” kata Kimmy..
sambil nunggu mas mas nya yang agak lama.. gue liat liat lagi jersey jersey bola buat cewek yang ada di deket gue sama Kimmy… dan gue nemu lagi jersey Man Utd..
“Kim, kalo kamu pake ini kayaknya keren deh..”
“wah ini kan tim favorit gue.. coba dulu yahh” Kimmy masuk kamar pas..
Kimmy pun keluar dari kamar pas..
“wow.. cocok banget Kim” kata gue..
“gue pengen nih.. apa lagi kalo pake nomer 44.. tapi lagi nggak bawa duit..” Kimmy pun kembali mengganti bajunya..
setelah ganti baju… HP Kimmy berdering, nada deringnya oke juga pake lagu Avril lavigne yang wish you were here.. *damn damn damn what I'd do to have you here*
Kimmy keluar buat mengangkat telpon..
mas mas yang jaga pun datang..
“ini mas jerseynya..”
Gue mengambil jersey yang tadi di coba sama Kimmy…
“mas kalo langsung di pasang nama sama nomer punggung lama nggak??” Tanya gue..
“nggak juga sih mas, paling lama 4 jam.. tapi toko udah mau tutup nih, mas kesini aja besok buat ngambil jerseynya..”
“ohh gitu yah.. oke deh nggak apa”
“silahkan mas tulis nama sama nomer punggung nya..”
“oke nih buat yang cowok Namanya Kimmy, nomer punggungnya 44.. kalo cewek Namanya Vicky, nomernya di samain aja mas…” gue buka dompet ngambil duit buat bayar..
“oke mas, besok udah bisa di ambil..”
setelah gue bayar... gue keluar menyusul Kimmy dan gue nyaris tabrakan lagi sama Kimmy didepan pintu..
“gue disuruh nyokap balik nih..” kata Kimmy
“gue anterin yah..”
“nggak usah deh Vick, ngerepotin..”
“nggak apa apa kok, lagian gue juga nggak tau mau kemana lagi..”
“iya deh yuk” jawab Kimmy..
gue pun mengantar Kimmy pulang..
“ehh jerseynya nggak jadi beli??”
“ukuran yang gue cari abis Kim..”
“kenapa nggak cari ditoko lain??” Tanya Kimmy..
“itu, toko satu satunya yang jual jersey bola paling lengkap Kim..” jawab gue berbohong sama Kimmy.. Kimmy menganggukan kepalanya pertanda mengerti..
                Sesampainya di depan gerbang rumah Kimmy.. gue ngomong ke Kimmy.. “makasih yah buat hari ini..”
“iya gue masuk dulu.. lo langsung pulang kerumah jangan kelayapan lagi.. trus jangan lupa ngabarin kalo udah nyampe” kata Kimmy..
gue terdiam bengong…
“ehh nggak lupain aja..” Kimmy kelihatan salah tingkah..
gue tertawa.. “iya Kim, abis ini gue langsung pulang kerumah, ntar kalo udah nyampe gue kabarin..”
Kimmy pun keluar dari mobil “bye Vicky” Kimmy membuka gerbang dan menghilang seiring pintu gerbang tertutup…
                Keesokan harinya, jam masih menunjukan pukul 6 pagi.. Ahmad udah menggedor pintu kamar gue..
“Vick.. bangun Vick.. *tok tok tok*”
“iye bentar..” tanpa membuka mata..
“Vick gawat nih..” Ahmad masih mengetuk pintu kamar gue..
karena si Ahmad berisik banget jadi gue pun bangun lalu membuka pintu kamar..
“gimana lo bisa masuk Mad??” kata gue sambil berjalan menuju tempat tidur..
“gue ketemu nyokap lo.. didepan” jawab Ahmad
“ohh” gue merebahkan tubuh gue diatas kasur..
“yee malah rebahan lagi.. gawat ini Vick..” wajah Ahmad telihat panik..
“gawat kenapa sih Mad..? ibu kost lo kesurupan lagi??”
“Bukan itu Vick.. lo masih inget Pak Madi??”
“bapak yang waktu itu kita interview??” gue bangkit dan duduk ditempat tidur..
“Iye Vick.. Beliau masuk rumah sakit katanya sakit jantungnya kambuh..” Ahmad tertunduk..
“apa?? Jangan bercanda Mad..” Gue kaget..
“beneran Vick.. gue juga di kasih tau sama nyokap gue.. tadi subuh…”
“kita kerumah sakit sekarang.. lo tunggu di bawah” gue masuk kamar mandi, cuci muka, ganti pakaian.. keluar kamar, gue turun menyusul Ahmad di ruang tamu..
gue belok ke ruang makan dan ketemu bokap..
“Eh pagi pagi mau kemana??” kata bokap gue yang lagi sarapan dan belum berangkat ngantor..
“Mau kerumah sakit Pa.. temen Vicky ada yang sakit..” kata gue…
“Ohh nih..” bokap nyerahin duit 500rb ke gue..
“buat apa nih Pa??” sambil nyomot kue yang ada di meja makan..
“udah ambil aja.. itu dari bos Papa di kantor yang senang ama kerja kamu kemarin di kantor…”
“wahh rezeki nih, makasih Pa Vicky berangkat dulu, salam sama bos nya..” gue salim sama bokap gue
Gue pun menuju ruang tamu, disana ada Ahmad sama Vienny dan Sinka *adek gue yang paling kecil masih SD* lagi ngobrol..
“dedek Sinka belom berangkat sekolah??” gue duduk sambil memasang sepatu vans authentic gue..
“belom Bang, masih nunggu Mama..”
“Oh..” gue merogoh saku gue dan mengambil duit yang tadi di kasih bokap gue..
“Nih ditabung..” gue nyerahin duit 100rb buat Sinka..
“Makasih Bang Vicky.. nanti dedek tabung” kata sinka mengambil duit dari tangan gue..
Vienny yang dari tadi mandangin gue sama Sinka pun tersenyum.. ketika gue ngasih 100rb buat dia..
“Nih buat lo.. awas kalo lo pake buat pacaran..”
“iye bawel.. Makasih nih..” Vienny sewot..
“Yuk Mad berangkat..” gue mengambil kunci mobil
“yuk” jawab Ahmad.. Gue sama Ahmad pun menuju garasi..
“Mad itu motor lo parkir agak kedalam biar mobil bokap gue gampang keluar..” seru gue..
“iye..” kata Ahmad..
baru aja gue mau masuk mobil, nyokap datang bawa belanjaan banyak..
“Mau kemana nih pagi pagi??” kata nyokap..
“mau ke rumah sakit Ma..” gue membuka pintu mobil..
“Oh hati hati dijalan” kata nyokap..
“oke Ma..” gue salim sama nyokap dan masuk mobil..
mobil gue pun keluar garasi, siap menuju rumah sakit untukk menjenguk Pak Madi..
                Sekitar satu jam lebih, gue sama Ahmad pun sampai di Bogor, mampir ke toko buah beli buah-buahan dan langsung menuju rumah sakit tempat Pak Madi dirawat.. tiba dirumah sakit, gue bertanya kepada salah satu suster yang sedang berjaga.. “suster ruangan Pak Madi dimana yah??” kata gue dengan nafas tersengah sengah..
“mas lurus trus belok kiri… ruangan nomer 048..” jawab si suster..
“makasih sus..” gue sama Ahmad pun berlari menuju ruangan yang dimaksud..
begitu dapat ruangan yang dimaksud, gue sama Ahmad pun masuk kedalam ruangan..
terlihat pak Madi sedang tertidur.. ditemani oleh saudaranya..
Ada rasa kasihan ketika gue melihat pak Madi terbaring di tempat tidur dengan kondisi seperti ini..
“bu, ini parah nggak??” gue bertanya kepada saudaranya pak Madi..
“Alhamduliilah nak.. nggak terlalu parah.. bang Madi Cuma disuruh istirahat aja..” jawab si Ibu..
“begitu yah, Alhamdullilah kalo begitu..” kata gue lega..
“Kalian siapa??” Tanya saudara pak Madi..
“kami teman ngobrol pak Madi.. Saya Vicky dan ini Ahmad”.. kata gue memperkenalkan diri…
“saya Ida, adik nya Bang Madi..” jawab Bu Ida..
Setelah ngobrol sama bu Ida, gue dan Ahmad pun pamit pulang ke Jakarta lagi.. karena gue harus kuliah..
“bu.. kita pamit dulu, kalau pak Madi bangun, sampaikan salam dari kita berdua, mungkin ini bisa membantu biaya berobat Pak Madi..” Kata gue sambil nyerahin sebuah amplop kepada bu Ida, dan Ahmad menyerahkan buah buahan yang tadi di beli..
“terima kasih nak.. semoga Allah membalas kebaikan kaliat berdua...”
“Aminn” gue sama Ahmad serempak.. Gue sama ahmad meninggalkan rumah sakit dan menuju Jakarta kembali..
                Diperjalanan, karena gue capek, gue gantian sama Ahmad nyetir mobil..
gue teringat sama duit yang tadi pagi dikasih sama bokap gue.. gue buka dompet dan mengambil duit 150rb..
“Mad, ini buat lo..” gue nyerahin duit itu ke Ahmad..
“Apaan nih Vick??” Ahmad mengambil duit dari tangan gue..
“Ambil aja.. rezeki nih Mad jangan ditolak..”
“Makasih Vick..”
“sama sama Mad.. jangan ngebut..”
“siap bos” Ahmad girang…
gue sama Ahmad langsung menuju kampus untuk kuliah.. untung aja tepat waktu dan gue sama Ahmad nggak telat ngampus.. setelah dua jam otak diisi sama mata kuliah di kelas.. waktu yang ditunggu tunggu pun datang,, yaitu istirahat..
gue langsung ngacir menuju café favorit gue… di susul Ahmad..
“Mad.. gimana lo sama Della?? Ada perkembangan??”
“Nihil Vick.. dia lebih milih orang lain” jawab Ahmad lesu..
“Lo kurang berusaha kali Mad..” kata gue sekenanya..
“mungkin” Ahmad masih lesu..
“udah Mad, masih banyak kok yang lain..” gue mencoba menyemangati Ahmad..
“oke deh Vick.. jadi lo sama Kimmy gimana??” Tanya Ahmad..
“Lebih terarah hehe” jawab gue semangat..
“maksud lo?? Gue nggak ngerti??” Ahmad kebingungan..
“yaa.. makin kesini makin deket Mad..”
“ohh gitu” Ahmad manggut manggut..
Tanpa disadar.. obrolan gue sama Ahmad di perhatiin sama seorang cewek..
Karena risih di pandangin terus.. gue Tanya sama cewek yang merhatiin gue dan Ahmad..
“maaf ada yang bisa gue bantu??” Tanya gue..
si cewek pun berdiri.. dan mendekat ke Ahmad..
“Mad.. inget gue nggak??” si cewek bertanya..
“siapa yah??” jawab Ahmad.. Ahmad menoleh ke arah gue.. gue menggeleng..
“gue Veranda temen SD lo.. masa lo lupa sih..”
“Veranda yang dulu dekil banget itu yah.. sekarang kok jadi cantik begini??” Ahmad tersenyum..
“Lo juga makin item Mad.. dulu lo putih deh perasaan..” Veranda tertawa…
“ehh duduk Ve..” Ahmad bergeser memberikan tempat buat Veranda..
“Makasih..” Veranda duduk..
“Hay.. Gue Veranda..”
“Gue Vicky..” gue kenalan sama Veranda..
Ahmad sama Veranda terlihat asik mengobrol.. dan nggak enak kalo gue gangguin..
gue chat Kimmy..
Gue : Ping!!!
Kimmy : ada apa Vick??
Gue : dimana??
Kimmy : Perpustakaan
Gue : gue kesana
Kimmy : Oke di tunggu.

gue pun ngomong ke Ahmad..
“Mad gue ke perpus dulu, ada keperluan bentar.. sukses yee” gue berdiri dan langsung ngacir meninggalkan Ahmad dan kopi gue yang belum dibayar..
“ohh oke deh..” Ahmad pun hanya melambai.. *udah kayak pohon kelapa aja melambai*
gue pun pergi menuju perpus...
                Sesampainya di Perpustakaan kampus yang tampilan nya jadul banget.. *hehe*
setelah selesai mengisi buku tamu, tampang nya juga kurang lebih sama perpus tuh buku.. gue naroh tas gue di loker perpus.. masuk dan mencari keberadaan Kimmy yang ntah dimana karena perpusnya lumayan gede, akhirnya setelah muter muter.. gue ketemu Kimmy di antara rak rak buku ekonomi.. 
“Hay Kim..” gue menyapa Kimmy..
“Eh Vick.. ada apa??”
“nggak ada apa-apa kok, Cuma pengen ketemu kamu aja..” gue senyum senyum nggak jelas di depan Kimmy..
“hahhaha.. pengen ketemu atau kangen??” Kata Kimmy..
“yaa, kurang lebih lah..” gue salting..
“hayoo.. ketahuan..” Kimmy menunjuk gue..
“lo juga sih, suka bikin gue kangen.. hehe”
“Ahahahaha” gue sama Kimmy pun tertawa, tanpa sadar udah jadi perhatian seisi perpus..
dan di tegor pula sama kuncen perpus..
“Ehh kalian berdua kalau mau pacaran jangan di sini..” kata si Kuncen sewot..
gue nggak memperdulikan omongan si kuncen..
“itu kuncen kenapa sih Kim??”
“nggak tau?? Jomblo kali?? Hehehe” Kimmy tertawa…
“mending kalian keluar aja..” si kuncen pun mulai sedikit emosi..
“resek nih si Kuncen.. café aja yuk Kim..” gue menarik tangan Kimmy..
“eh eh.. ambil tas dulu..” Kimmy menahan tangan gue..
“hehe lupa..” gue terkekeh..
gue sama Kimmy pun keluar dari perpustakaan... “Kita mau kemana Vick??” Tanya Kimmy..
“ke café..” jawab gue…
“café mulu, bosen ah…” Kimmy cemberut…
“trus mau nya kemana??” gue bertanya lagi…
“kayaknya gue pulang aja deh Vick, bosen nih..”
“mau gue anter Kim??”
“nggak usah deh Vick… gue bawa mobil kok..”
 “gue anter ke parkiran deh.. sekalian gue mau nyari Ahmad..”
“iya deh..” gue sama Kimmy pun menelusuri koridor kampus.. jalan terdekat untuk keparkiran dari pada ngelewatin café yang agak jauh..
sampai di parkiran.. “mobil lo yang mana Kim??”
“itu deket mobil lo..” Kimmy menunjuk mobil Mazda2 Hatchback merah yang parkir di deket mobil gue..
“itu mobil lo Kim,?? Gue kira mobil dosen”
“maksud lo.. hahahha” Kimmy tertawa..
“ternyata warna mobil kita sama yah Kim..” kata gue..
“jodoh kali..” kata Kimmy sambil masuk mobil.. gue terdiam mendengar Kimmy mengucapkan kata tersebut..
“Vick, kok diem??” kata Kimmy yang udah di dalem mobilnya..
“Hah?? Apa Kim??” gue bingung..
“gue pulang dulu..” Kimmy menyalakan mesin mobil nya..
“iya jangan lupa ngabarin kalo udah sampe rumah..” kata gue..
“iya..” Kimmy tersenyum dan menutup jendela mobilnya…
                Baru aja gue mau buka  pintu mobil gue, Ahmad datang secara tiba-tiba.. dan nyaris bikin copot jantung gue..
“Vick, lo mau kemana??”
“pulang Mad, kenapa??”
“gue nggak bisa ikut lo pulang nih.. gue di ajak Veranda nemenin dia ke toko buku..”
“ohh.. lanjut Mad..”
“ntar sore gue ambil motor gue dirumah lo Vick..”
“oke Mad, gue jalan dulu”
“hati hati Vick..”
“yuk” jawab gue..
Sebelum pulang ke rumah, gue mampir dulu ke toko jersey buat ngambil pesenan gue..
Begitu masuk toko, gue langsung nanya sama mas mas yang jaga kebetulan beda sama yang jaga kemarin..
“mas jersey saya yang kemarin udah jadi??” tanya gue..
“Ohh, dua jersey Home Manchester United, atas nama Vicky yah??” jawab mas mas yang wajahnya mirip salah satu Stand Up Comedian..
“Iya bener mas..”
“tunggu sebentar mas..” Mas yang jaga pun masuk kedalam salah satu ruangan.. nggak nyampe 5 menit.. si Mas Jaga balik lagi sambil bawa Tas jersey pesenan gue...
“Ini mas jersey nya silahkan dicek dulu mungkin ada kesalahan...” kata si Mas jaga
gue buka tas jerseynya.. gue cek satu-satu jersey tersebut.. hasilnya bagus.. hampir mirip sama yang asli..
“Oke nih mas.. nggak ada yang cacat.. makasih mas..” kata gue sambil memasukan jersey kedalam tas..
“kembali” Mas penjaga tersenyum puas..
Gue pun keluar toko dan pulang ke rumah…
Malam harinya gue turun ke ruang keluarga disana ada Bokap, nyokap sama adek adek gue... “Ki.. *panggilan kecil gue* tadi sore ada si Ahmad ke sini ngambil motornya trus kekamar kamu, katanya kamu tidur.. jadi dia langsung pulang” kata nyokap..
“ohh gitu..” kata gue sambil duduk di kursi ruang keluarga..
“Skripsi kamu gimana Ki??” bokap nambahin..
“baru jadi sekitar 25% pa.. otak lagi mumet..” gue mengambil remot TV dari tangan Vienny..
“ihh Bang, kok di pindahin lagi seru tuh ceritanya..” Vienny nimpuk gue pake bantal
“berisik ahh..” kata gue..
“udah jangan ribut” nyokap misahin gue sama Kimmy..
Sinka yang duduk dekat bokap gue tertawa…
“dedek jangan niruin kakak, nggak baik..” kata bokap
“Iya pa.. ehh tadi pagi dedek di kasih uang sama Bang Vicky banyak banget..” kata Sinka dengan kepolosan nya…
“trus uang nya kamu kemanain??” Tanya nyokap ke Sinka..
“dedek tabung ma..” Jawab Sinka bangga..
“pinter..” kata bokap..
“iya jangan kayak kak Vienny tuh, pacaran mulu kerjaan nya..” kata gue ngelirik vienny..
Vienny Cuma diam tanpa kata..
Kita sekeluarga tertawa…
“dedek belom tidur?? Besok sekolah loh..” kata nyokap
“anterin dedek ke kamar yuk pa..” Kata sinka..
“iya yukk” jawab bokap..
“lo juga Vin.. sono tidur…”
“resek lo bang..” Vienny kabur ke kamarnya sambil nimpukin gue pake bantal lagi…
“awas lo yee..” gue nunjuk Vienny..
“udah ah.. ribut mulu..” nyokap mukul bahu gue..
“tuh si Vienny resek..” gue sewot..
“biarin aja lah..” nyokap menenangkan gue..
“Vicky ke kamar aja deh ma..” gue pun pergi kekamar..
baru aja gue buka pintu kamar.. gue liat HP gue berdering.. ternyata yang nelpon gue, Kimmy…
Langsung gue angkat…
Gue : Halo…
Kimmy : hay.. Vick..
Gue : ada apa Kim??
Kimmy : pengen nelpon aja… bosen nih dikamar.. mau jalan gak ada temen.. yaa jadi gue nelpon lo deh..
Gue : Kangen yahh.. hayoo..
Kimmy : nggak enak aja…
Gue : kalo kangen juga nggak apa apa kok Kim.. hehehe
Kimmy : terserah lo dah..
Gue : belom tidur lo??
Kimmy : bentar lagi deh.. lo belom tidur??
Gue : rencana nya sih pengen tidur.. tapi.. ahh udah lah..
Kimmy : kalo ngantuk tidur aja..
Gue : ntar aja deh Kim.. nanggung nih..
Kimmy : emang lagi ngapain??..
Gue : lagi ngepack barang nih buat latihan besok..
Kimmy : Latihan?? Latihan apa??
Gue : latihan bola Kim.. persiapan turnamen antar kampus…
Kimmy : wahh gue ganggu dong..
Gue : Udah selesai Kim.. nyantai aja..
Kimmy : iya deh.. besok ke kampus nggak??
Gue : Iya, Kenapa Kim??
Kimmy : nggak..
Gue : ohh ya udah.. besok ketemuan di kampus yah..
Kimmy : oke deh.. see you tomorrow..
Gue : Bye Kimmy..
Kimmy : Bye  juga Vicky..

gue menutup telpon… dan tertidur dengan nyenyak..

Esok harinya.. gue bangun nya kesiangan.. gue kaget karena liat jam di meja gue udah jam 8.. gue juga baru inget kalau da rapat tim di markas tim bola kampus..
gue buru buru bangkit dari tempat tidur gue, ngambil handuk trus mandi.. kelar mandi gue ganti baju, ngabil tas yang udah gue siapin semalam.. dan langsung turun kebawah.. buat sarapan..
“telat lagi Ki??” tanya nyokap..
“iya ma.. alarm lupa dinyalain..” jawab gue sambil mengambil roti yang ada di hadapan gue..
“kebiasaan deh..” nyokap ngomel..
“Vicky buru buru nih, berangkat dulu ma.. Assalamualaikum..” kata gue sambil cium tangan nyokap..
“wa’alaikumsallam.. hati hati Ki..” kata nyokap..
gue pun ngacir ke kampus ditemenin sama Honda Jazz merah gue.. begitu nyampe kampus, gue langsung parkir mobil..  kelar parkir, gue langsung lari ke markas tim bola kampus… nyampe markas dan masuk ruangan, unttung aja rapat belom mulai..
“Sorry gue telat..” gue ngomong sama kapten tim di depan pintu markas..
“iye,  yuk mulai rapat..” kata si Kapten..
Rapat pun berlangsung.. yang di bahas adalah soal biaya pendaftaran turnamen, sponsor tim, jersey tim, sama ngumpulin daftar nama pemain…
gue bertanya soal jersey sama para anggota rapat.. “ini soal jersey, nama sama nomer punggung gimana?? Bebas atau udah ditentuin..??”
salah satu anggota menjawab pertanyaan gue.. “enaknya sih bebas yah.. kalo urutan nggak asik.. misalnya kalo gue pengen make nomer 10, eh tau tau udah di pake sama yang lain.. gitu..”
Kapten pun menjawab dengan bijak.. “Oke soal jersey kita bebasin aja.. tolong sekretaris di catat semua nama dan nomer punggung.. kalo ada nomer yang sama usahain nyari momer yang lain..”
semua pun setuju.. gue ngomong sama sekretaris “Eh.. jersey gue pake nomer 44 sama nametag nya Kimmy..” “Oke Vick..” jawab sekretaris sambil nulis nama gue di catatannya..
 dan rapat pun selesai.. “oke tambahan, kita sore ini latihan di tempat biasa jam 3 sore, dan jangan telat..” kata kapten..
“siap” satu ruangan menjawab kompak.. gue keluar ruang rapat dan ngecek handphone gue ada pesan masuk dan tiga panggilan tak terjawab, ternyata semua dari Kimmy.. gue langsung nelpon Kimmy..
Kimmy : Halo..
Gue : Halo.. iya Kim, sorry tadi kagak di angkat telpon nya.. lagi rapat di markas.. tapi sekarang udah kelar kok rapatnya..
Kimmy : ya udah, lo dimana sekarang??
Gue : di ATM nih ngambil duit.. lo dimana??
Kimmy : gue di depan mobil lo nih sama Ahmad..
Gue : Oke ntar gue kesana..
Kimmy : cepetan..
Gue : iya sayang.. bawel deh..
Kimmy : sayang sayang.. cepetan..
belum sempet gue jawab, telpon udah keburu di tutup sama Kimmy..
setelah selesai berurusan sama mesin ATM, gue buru buru nyusul Kimmy di parkiran…
sampai di depan mobil gue, dengan nafas ngos-ngosan karena gue lari lari dan belum sempat ngatur nafas, Kimmy udah nyerocor kayak petasan..
“Lama banget sih” kata Kimmy dengan wajah serius..
“sorry sorry..” gue masih ngatur nafas..
“lo temenin gue ke Pet shop mau nggak??” kata Kimmy lagi..
“pet shop?? Kapan??”
“sekarang Vick..”
“lama nggak??” tanya gue..
“belom tau.. liat ntar lah.. emang ada apa??” Kimmy balik nanya
“gue ntar sore ada latihan..”
“ohh liat ntar deh..” Kata Kimmy..
Ahmad yang dari tadi nemenin Kimmy tiba tiba ngilang.. *biarin aja lah*
“yuk berangkat” gue masuk mobil di ikuti Kimmy…
gue dan Kimmy pun menuju petshop.. di petshop gue Cuma nemenin Kimmy beli makanan kucing kesayangan nya..
“Kim.. lo laper nggak??” tanya gue..
“lumayan sih..” jawab Kimmy..
“kita makan yukk..”
“yuk”
Gue sama Kimmy pun makan di rumah makan padang terdekat… setelah perut terisi..
“Vick, ntar sore lo latihan dimana??” Kimmy bertanya..
“di lapangan deket kampus..” jawab gue sambil minum es teh manis..
“gue ikutan, boleh nggak??”
“ikutan??”
“maksud gue liat lo latihan Vick..” Kimmy tertawa
“boleh Kim, boleh banget..”
“perginya bareng lo aja yah.. gue nggak bawa kendaraan nih..”
“oke deh.. kita berangkat sekarang aja.. takut telat..”
“yuk ahh” seru Kimmy semangat..
gue pun memanggil pelayan dan membayar bill… jam mobil gue udah nampangin jam 2 siang.. gue langsung tancap gas menuju lapangan latihan…
sampai di depan stadion.. ternyata baru ada Kapten aja yang datang!! Gue parkir dan keluar dari mobil buat ngambil tas di bagasi belakang…
“Kim, lo mau di sini aja atau ikut gue ke dalam??”
“tega yah lo mau ninggalin gue di sini Vick.. gue nangis nih.. hahaha” Kimmy tertawa sambil keluar dari mobil..
“yaa cepetan..” kata gue sambil memegang tangan Kimmy dan berjalan masuk stadion nyusul Kapten.. sampai di depan ruang ganti..
“ehh Vick, bawa siapa nih? Nggak di kenalin??” kata Kapten gue..
“oh iya kenalin nih Kim.. Ini Aris kapten tim kita..” kata gue..
“hay Kimmy” “Aris” sambil bersalaman…
“ehh iya Kapt.. masih lama kan mulai nya??” tanya gue ke Kapten..
“lumayan sih.. gue ganti dulu” Kapten pun langsung masuk ke ruang ganti..
“Kim, ke Tribun yukk..” gue langsung megang tangan Kimmy membawa dia ke tribun stadion..
tribun masih sepi banget..
“duduk situ aja” gue menunjuk salah satu kursi kosong yang dekat dengan lapangan..
“iya..” Kimmy pun langsung duduk…
“itu tadi kapten lo vick??” tanya Kimmy..
“iya” jawab gue sambil ngeluarin Jersey latihan sama sepatu Nike Mercurial warna orange dari dalam tas..
“mukanya kok mirip sama Gading Marten yah atau jangan jangan adek nya Gading..??”
“banyak sih yang bilang kayak gitu Kim.. tapi kata dia, dia lebih mirip Kang sule ketimbang Gading Marten hahaa..” gue tertawa.. Kimmy memukul gue…
Nggak lama… datang satu persatu pasukan yang siap buat latihan.. *ohh iya gue lupa nama tim bola gue FoutyEightUnited*
“Kim, gue ganti baju bentar ya..”
“Iya” jawab Kimmy yang sibuk sama kameranya motret gue dari tadi..
setelah ganti baju, gue balik lagi duduk di samping Kimmy buat masang sepatu..
“Bajunya bagus” komentar Kimmy ngeliat baju gue dan langsung motret gue lagi..
“makasih” jawab gue..
“kok gue terus sih yang di foto.. gantian dong..” gue ngambil kamera dari tangan Kimmy..
dan langsung motret Kimmy..
“foto bareng yuk” kata Kimmy..
gue nggak sempet jawab, tangan gue udah ditarik Kimmy untuk mendekat..
kelar foto foto.. kapten gue teriak “Oke latihan kita mulai.. kumpul ke lapangan secepatnya”
“Kim, gue ke sana dulu..”
“oke semangat yah” kata Kimmy…
“siap” jawab gue..
Latihan pun mulai.. dari fisik, skill sampai latihan tanding.. Gue dan teman teman yang lain pun harus berusaha extra keras serta menguras tenaga..
setelah dua jam menguras tenaga, akhirnya latihan pun selesai dilanjutkan dengan sedikit koreksi dari pelatih.. begitu koreksi dari pelatih selesai, pelatih pun membubarkan barisan…
gue langsung ngacir ke arah Kimmy…
“Gimana Kim tadi gue latihan..??” tanya gue ke Kimmy..
“lo kurang fokus atau gimana tadi?? Meleset mulu dari gawang tendangan lo…” komentar Kimmy..
“gue fokus kok.. ahh mungkin gue lagi kurang beruntung aja..” jawab gue sambil mengambil handuk dari dalam tas..
“Nih minum dulu..” Kimmy menyerahkan sebotol air mineral buat gue..
“wehh makasih..” gue mengambil botol tersebut..
“Capek yah” kata Kimmy..
“lumayan Kim.. badan udah berasa di gilas sama ibu kost nya Ahmad.. heheh” Gue ketawa sambil melepas sepatu bola gue..
“Hush, gak boleh ngatain orang Vick..” Kimmy tertawa..
Entah kenapa sore itu rasanya gue nggak mau jauh dari Kimmy… Mungkin udah waktunya buat gue menyampaikan apa yang ada dalam hati gue...
Ku tak bisaa.. jauh, jauh darimu”                                                           #Slank – Ku tak bisa

Minggu, 11 Mei 2014

“The story of Me and Kimmy” Misi Menyelamatkan Masa Depan Part 1

Misi Menyelamatkan Masa Depan
                Ada pepatah dari para Jomblo insaf dan baru dapat pacar yang bilang “kalau udah jodohnya, pacar itu gak perlu dicari, ntar juga datang sendiri” dan gue agak kurang yakin dan kurang percaya sama hal itu.. agak lucu juga sih sama pepatah sengklek tersebut.. cerita yang berhubungan sama pepatah ajaib itu, gue dapet dari Ahmad, di deket rumah nya di daerah Bogor, ada seorang bapak-bapak dan jomblo yang umurnya udah 58 tahun, dan belum pernah pacaran setelah putus dengan (mantan) pacar terakhirnya 38 tahun yang lalu.. *Mengenaskan* Ahmad juga bilang kalo si Bapak nggak bisa move on dari mantan nya, karena ngggak bisa move on dia jadi selektif  dan punya 20 kriteria dalam memilih pacar.. *tragis sekali Pak*
setelah sekian tahun hidup menyendiri (Jomblo) tanpa ditemani.. Kriteria yang dia miliki hanya satu. Yaitu “Asal mau!”.. yang jadi pertanyaan buat gue adalah! Kenapa si Bapak nggak bisa move on dan lebih aktif mencari, siapa tahu bisa dapet yang sesuai dan cocok.. *Jomblo yang riweuh*
Gue pun dapat ide buat menyelamatkan masa depan si Bapak *aseekk*, sekalian buat menyelesaikan tugas kampus gue, dengan dibantu sama Ahmad pastinya..
                Beberapa hari kemudian Gue sama Ahmad pun bertemu dengan si Bapak yg bernama Madi.. 
“Assalamualaikum Pak”
“Waalaikumsallam, ada perlu apa yah?”jawab si Bapak dengan senyum renta nya..
“Gini Pak, saya Vicky dan ini Ahmad.. kita berdua mahasiswa dari Universitas Jakarta Empat Delapan.. *Kampus para WOTA hehe*
“saya Madi” jawab si Bapak yang ternyata menyandang gelar Master dari fakultas Teknik mesin di salah satu universitas yang berada di Belanda..
“begini Pak, kita ada tugas dari kampus, ini masalahnya tentang pendekatan teknologi terhadap warga Lanjut Usia” kata gue mantap! Ahmad memandang gue sambil menganggukan kepalanya..
“Begitu yah, menarik juga.. silahkan duduk” si Bapak mempersilahkan kami duduk di ruang tamu..
“sebentar, saya bikin minum dulu” kata si Bapak
“nggak usah repot-repot Pak..”
“nggak apa apa kok” jawab si Bapak, dan pergi menuju dapur..
setelah si Bapak pergi, Ahmad pun bertanya ke gue..
“Vick, lo yakin sama ide ini??”
“Yakin nggak yakin sih Mad.. apa salahnya menolong orang ? demi tugas juga nih” kata gue
“Nggak salah sih buat nolong seseorang, tapi Vick, nggak gini juga kan caranya?”
“Apa salahnya mencoba” jawab gue..
“terserah lo dah, gue mah ngikut aja.. selama pahala dan bonus dari lo yang gue dapet hehe” kata Ahmad sambil tertawa..
“gitu dong, berpikiralah dengan positif anak muda” Gue memegang kening Ahmad..
“gila lo Vick..”
 Gue Cuma tertawa.. sekitar 10menitan ngilang, si Bapak datang membawa 3 gelas kopi..
“silahkan di minum, maaf Cuma ada ini” kata si Bapak..
“Segini aja udah cukup kok Pak, Hidup sederhana lebih banyak cinta” kata  Ahmad sambil niruin lagunya Slank.. gue Cuma bengong denger Ahmad ngomong sok puitis..
“Bisa kita mulai interview nya Pak??”
“silahkan..” jawab si Bapak mantap.
“oke Pak, saya punya beberapa pertanyaan buat Bapak, mohon di jawab sesuai dengan pemikiran Bapak” kata gue sambil nyodorin alat perekam suara..
*Interviewnya gue hilangin, karena terlalu panjang*
“Alhamdulillah selesai nih Pak, pertanyaan juga udah abis..” kata gue girang..
“Alhamdulillah, semoga nilai tugas kalian ini bagus..”
“Aminn.. Makasih Pak..” jawab Ahmad..
“ehh iya ngomong-ngomong istri sama anak Bapak kemana?? Saya nggak ngeliat dari tadi” Tanya gue..
“saya belum menikah nak..” jawab si Bapak lirih..
“Maaf Pak, saya nggak bermaksud menyinggung perasaan Bapak” gue tertunduk..
“iya saya maafkan” si Bapak pun tersenyum kearah gue dan Ahmad..
Kisah Pak Madi ini lumayan menginspirasi gue, Beliau bercerita tentang bagaimana beliau bisa sampai di Belanda, dengan mendapatkan beasiswa S2 dalam kondisi ekonomi yang bisa dikatakan pas pasan.. beliau juga bercerita bagaimana kerasnya hidup di negara orang, dengan uang dari beasiswa yang Cuma cukup untuk beberapa minggu, beliau mengatasi masalah tersebut dengan berkerja sambil kuliah.. beliau pernah menjadi pengantar kue di salah satu toko kue, pernah jadi cleaning service, dan macam macam perkerjaan yang pernah beliau coba.. untuk bertahan hidup..
beliau juga menambahkan, bagaimana ketika beliau kembali ketanah air, yang saat itu sedang mengalami krisis keuangan setelah menyelesaikan kuliahnya.. beliau udah pernah mencoba melamar pekerjaan, dan semuanya ditolak.. Akhirnya ada sebuah tawaran mengajar di sebuah Sekolah Teknik Menengah (STM) untuk mengajar di jurusan Mesin.. beliau langsung mengiyakan tawaran tersebut.. jangka waktu beliau mengajar tidak terlalu lama sekitar 6 tahun di sekolah tersebut.. seiring bergantinya kepala sekolah, yang merasa semua guru harus berstatus pegawai negeri.. Pak Madi pun lebih memilih mengundurkan diri dan menikmati masa tua nya.. dan berjuang melawan penyakit jantung yang beliau derita..
Waktu cepat berlalu, tanpa terasa udah jam sepuluh malam..
“Wah udah jam segini nih, nggak terasa yah..” kata gue sambil melihat jam tangan pemberian mantan *gagal move on juga..*
“iya yah.. padahal tadi masih sore” jawab si Bapak tertawa..
“kalau gitu kita berdua pamit dulu Pak” kata gue sambil berdiri diikuti oleh Ahmad..
“Terima kasih Pak udah mau kita interview..” kata Ahmad
“Sama sama nak.. saya juga terima kasih karena kalian masih perduli sama orang tua seperti saya”
“Iya Pak..” jawab gue sama Ahmad serempak..
“Kita permisi Pak Assalamualaikum”
“Waalaikumsallam”
Gue dan Ahmad pun keluar dari rumah dan menuju mobil gue.. Diperjalanan pulang menuju rumah Ahmad, hujan pun turun dengan derasnya...
“Yahh Mad hujan.. gimana gue balik nih..” *gue benci hujan, karena suka datang di waktu yang tidak tepat*
“udah, nginep dirumah gue aja, besok kan hari minggu.. sekalian gue minta bantuan lo ” jawab Ahmad..
“bantuan apa nih??”
“ntar di rumah gue certain..”
Sesampainya di rumah Ahmad, gue pun bertemu dengan keluarga Ahmad dan memperkenalkan diri gue.. di rumah sederhana ini gue menemukan ketenangan.. beda sama rumah gue penuh keributan oleh adek adek gue yang hobi banget ngerusuh..
“Ohh jadi ini teh yang nama nya Vicky yang sering bantu Ahmad..” kata Ibu Ahmad..
“iya Bu” jawab gue..
“Ganteng pisan Bu..” kata adik perempuan Ahmad yang namanya Dita..
“Heh masih SMP udah ngomong ganteng, sana masuk kamar..” Ahmad manyun..
“biasa aja Mad..” gue tertawa..
“terima kasih nak Vicky.. sudah membantu Ahmad” kata Bapak Ahmad..
“Iya Pak, sesama teman harus saling membantu” jawab gue bangga *halahhh*
“ehh iya Pak, Bu.. kita masuk dulu.. mau istirahat.. capek banget nih badan..” kata Ahmad
“iya” Jawab Ibu Ahmad..
                Didalam kamar Ahmad yang di penuhi oleh poster member JKT48.. kebanyakan gue ngeliat Poster Nabilah Ratna Ayu oshi nya Ahmad.. dan juga gue nemu poster Shania Junianatha oshi gue..
*Oshi = Member favorit* di antara poster poster Barcelona..
“Mad.. ini kok ada oshi gue disini??”
“ohh itu.. itu kan beli waktu sama lo di Theater mereka masa lo lupa” jawab Ahmad..
“ohh iya yahh.. gue lupa sorry Mad..” gue tertawa..
“tadi katanya lo mau minta bantu gue Mad..?”
“Nah kebetulan lo nanyain, hampir aja gue lupa..”
“gini Vick, lo tau Della kan??”
“Della mana Mad??”
“Itu loh Vick.. anak Fisipol semester 5..”
“Della yang matanya rada rada sipit itu??” Jawab gue sok yakin..
“Nah yang itu Vick.. tumben lo pinter haha” Ahmad ngakak nggak jelas..
“Kampret lo Mad.. emang ada apa sama si Della??”
“yaa lo tau lah Vick..”
“tau apa somplak.. lo juga belom ngasi tau gue, yaa mana gue tau!!” jawab gue sambil mengambil bantal..
“Gue naksir sama Della nih” Ahmad tersenyum tersipu tersapu terbatu.. *hadehh*
“Lah terus hubungannya sama gue apa??”
“gini Vick.. adek lo si Vienny kan anak Fisip juga, tolong cari informasi lah tentang si Della lewat adek lo..” wajah Ahmad melas *emang dari dulu*
“adek gue baru semester 1 Mad.. gue juga nggak tau si Vienny kenal atau nggak sama Della”
“Lah siapa tau Vick.. coba deh lo tanyain”
“Besok deh Mad, gue Tanya..” jawab gue datar..
“kok besok sih??” Ahmad mulai ngebetein..
“adek gue udah tidur jam segini.. lo nggak tau sekarang jam berapa??”
Ahmad melirik jam dinding bergambar Barcelona di dinding kamarnya..
“yaa ampun.. udah jam 12 aje.. nonton bola yuk Vick..”
“ehh ehh.. masalah Della gimana??”
“besok aje deh Vick.. lagian mau dapet info dari siapa udah jam segini..”
“terserah lo dah Mad.. gue nggak ngerti sama lo…”
“jadi nggak nih nonton bola?? Kok lo malah ngaso sihh??”
“emang yang main siapa?? Kalo M.U gue mau.. kalo Barca, gue ogah..”
“Ahh dasar lo Vick..” Ahmad meninggalkan gue seorang diri di kamar…
Gue terdiam seorang diri di kamar dan mulai ngerasa bosan.. gue mengambil ipod di tas gue.. buat ngilangin rasa bosan.. gue pasang headset di telinga dan muterin lagu ‘I remember you – Skidrow’.
Ntah kenapa tiap gue denger lagu itu, gue suka ke inget sama Kimmy.. *ah sudahlah*
gue memejamkan mata dan tertidur..                                                                           
                                                                                                                      -bersambung-

“The story of Me and Kimmy” (Fixed Full version)

When I meet Kimmy
Haii nama gue Vicky.. gue seorang mahasiswa teknik informatika tingkat atas di salah satu kampus ternama di Jakarta.. kali ini gue mau cerita tenang kisah cinta gue.. Gue orang yang gampang banget jatuh cinta.. Gue cuma butuh beberapa jam untuk merasakan sayang sama seseorang.. ini lah kisah gue bersama seseorang yang gue cari cari selama ini..
Punya pacar cantik itu menyenangkan.. apa lagi kalo dia sesuai sama kita.. dan juga kita sesuai buat dia..
Hal ini terjadi sama gue dan Kimmy.. Pertama kali gue ketemu sama Kimmy secara nggak sengaja disebuah café di kampus gue.. Kejadian lucu dan menggelikan inilah yang mempertemukan gue sama Kimmy.. gue ini orangnya hobi banget baca buku.. kemana mana bawa buku.. buku apa aja gue baca, asalkan menarik perhatian gue.. nah hobi gue ini yang bikin gue ketemu sama Kimmy.. waktu itu gue sama temen gue beres ngopi.. dan mau keluar, gue saat itu sibuk banget sama buku.. jadi gue jalan sambil nunduk gitu baca buku.. bodoh nya, gue gak sadar kalo didepan gue itu ada seorang cewek berdiri membelakangi gue sambil memegang segelas jus alpukat dan dia juga nggak ngeliat kalo gue berjalan kearah dia.. tiba dia balik badan dan *Gubbraaakkk* gue nggak sengaja nabrak dia trus jus itu tumpah membasahi buku gue yang terjatuh dilantai..
awalnya gue pengen marah, Karena ngeliat buku gue yang basah dan tergeletak kayak mayat dilantai café.. setelah gue ngeliat muka dia, seakan akan kata kata yang mau gue ucapin adalah “terima kasih Tuhan, Engkau telah mengirimkan aku seorang bidadari Mu..” tapi yang keluar dari mulut gue adalah “Maaf mbak, tadi saya jalan nggak liat ke depan.. saya minta maaf..” kata gue sambil memungut gelas dan buku yang ada dilantai serta terus menatap wajah dia.. temen gue yang kaget mendengar suara ribut dibelakang nya.. langsung balik kearah gue.. “Lo gak kenapa napa Vick??”
“nggak, nggak apa apa kok”..
“ehh mas, kalo jalan pake mata dong..!” kata seorang cewek yang ada di meja deket gue..
pas denger omongan cewek tadi.. rasanya pengen gue jawab Mbak, dari nenek moyang saya lahir sampe sekarang gue segede ini.. dimana mana kalo jalan pake kaki, mata tuh buat ngeliat jalan.. coba mbak bayangin kalo kita jalan pake mata? Apa ada alas kaki yang muat buat mata??” untung aja kata itu nggak keluar.. gue Cuma bisa diem..
dan akhirnya sebuah suara yang bikin gue tersentak adalah.. “Maaf mas aku juga nggak sengaja.. aku nggak ngeliat kalo mas udah ada di belakang aku.. maaf juga buat buku nya yang basah..” Kata cewek yang udah nabrak gue..
“iya mbak nggak apa apa kok.. kalo gitu lain kali kita jalan harus hati hati.. nggak mau kan kejadian ini terulang lagi..”
“iya mas, makasih udah di ingetin..” kata dia.. dan gue pergi meninggalkan café itu bersama sebuah buku yang basah..
                Hari berikutnya di kampus, gue ngomong ke temen gue “Ehh Mad, lo kenal nggak sama cewek yang kemaren??”
“cewek yang mana yah??” kata temen gue yang nama nya Ahmad..
“itu, cewek yang kemaren nabrak gue..!”
“ohh cewek itu.. nggak Vick !, emang kenapa Vick? Cantik yah??
“cantik banget Mad.. dia anak kampus sini bukan yah?? Kalo anak sini kenapa gue nggak pernah liat.. lo pernah liat nggak Mad??”
“Pernah sih, dia anak kampus sini juga.. gue sering liat dia di sekitar kampus ekonomi.. lo nggak kenal??”
“nggak Mad.. kalo kenal juga ngapain gue nanya elo..”
Ahmad tertawa mendengar gue bicara seperti itu.. begitu pulang dari kampus dan sampai dirumah tercinta.. gue langsung masuk ke kamar, gue penasaran banget sama tuh cewek..
                Beberapa hari kemudian. di kampus, sekitar jam 10.00 pagi.. gue iseng ke café deket kampus sambil nungguin si Ahmad yang lagi ada kelas. Karena kelas gue udah kelar satu jam yang lalu.. begitu masuk café, ternyata café nya penuh.. gue perhatiin seisi café.. ternyata ada dia lagi duduk sendiri..
gue langsung samperin.. “hay.. masih inget gue nggak?? yang waktu itu nabrak lo..”
“ohh yang waktu itu.. inget inget.. ada apa yah..?”
“nggak ada apa apa kok.. Cuma lagi nunggu temen.. boleh duduk sini nggak??”
“boleh.. duduk aja..” dia mempersilah kan gue duduk di kursi kosong yang ada di depan dia..
“ohh iya.. kita belum kenalan.. gue Vicky..”
“Kimmy..” kita pun berjabat tangan..
“lo kuliah disini juga??” kata gue sambil meletakkan tas gue di kursi sebelah..
“iya, gue Ekonomi semester 5.. lo??”
“gue Informatika semester 7.. gue kok nggak pernah liat lo yah..”
“masa sih?? Berarti mahasiswa kampus ini banyak dong..” kata Kimmy
“yaa bisa jadi sih..” jawab gue kurang yakin..
berhubung obrolan gue sama Kimmy panjang banget.. jauh ketinggalan kali tuh puisi Karawang-Bekasi, jadi gue pendekin sampe segitu…

Pas lagi asik asik nya ngobrol sama Kimmy, tiba tiba si Melody temennya Kimmy datang… *bukan Melody JKT48 loh yahh.. hehe*
“Hey Vick.. tumben nih disini biasanya kan lo ada di Markas tim bola kampus”.. Melody menyapa gue..
“ehh Mel.. lagi bête di markas makanya gue kesini..”
“ohh gitu..” jawab melody..
*gue udah kenal lama sama Melody.. dia dulu adek kelas gue di SMA.. Melody ini orang yang paling rusuh yang gue kenal dan dia nggak berubah sampe sekarang. Yang gue heran, banyak banget yang suka sama dia termasuk gue dulu.. oke cerita gue sama Melody, mungkin gue ceritain di cerita berikutnya*
 setelah berbasa basi sama gue dan duduk disamping Kimmy.. Melody pun mengajak Kimmy pergi.. “Kim, temenin gue ke toko kue yukk..” ajak Melody..
“toko kue?? Ngapain Mel??”
“Yaa beli kue lah Kim, masa mau beli bahan bangunan, nggak mungkin atuh” Jawab melody dengan logat sunda nya.. “yee gue juga tau kalo itu, tapi kue nya buat apa Melody??” Kimmy sedikit menaikkan nada bicaranya serta menahannya agar tidak terlalu tinggi dan kepentok langit langit café..
“gini Kim, adeknya si Adit kan ulang tahun hari ini.. gue mau beliin dia kue gitu, sama kado juga buat dia”
“bentar.. ini yang lo maksud, Adit yang mana Mel??”
“Adit pacar gue lah Kim.. emang berapa banyak sih orang yang namanya Adit di dunia ini??” jawab Melody..
“Banyak kali Mel, lo sengaja atau emang beneran sengklek tuh kepala lo??”
“Hehe” Melody hanya tertawa.. gue yang daritadi diem, Cuma bisa ikut ketawa..
“jadi gimana Kim? Lo mau kan nemenin gue??”
“oke deh, tapi gue nggak enak sama ...” Kimmy menoleh kearah gue..
“gue nggak apa apa kok Kim,, lagian gue juga mau pulang nih..”
“oke deh kalo gitu.. yuk Mel.. gue pergi dulu yahh” Kimmy berdiri mengikuti Melody..
“iya” jawab gue..
“ehh,, sebentar Kim..” gue bediri, mengambil tas dan menyusul Kimmy..
“ada apa Vick??”
“boleh minta nomer telpon lo nggak??”
“ohh boleh,, catet nih” gue ngeluarin HP dan mencatat nomer Kimmy.. “udah nih makasih yah Kim..”
“iya..” jawab Kimmy
“ntar gue telpon yahh..”
“okee.. gue jalan dulu, udah ditungguin Melody nih..”
“Sip, hati hati di jalan..” seru gue.. Kimmy pun membalasnya dengan senyuman dan melangkah pergi…
Jatuh cinta bisa kapan aja, kalau kita bisa memanfaatkan keadaan.. Ketika cinta datang, jangan pernah menolaknya..
*Ada Pelangi dibola matamu, seakan memaksa diri tuk bilang, AKU SAYANG PADAMU.. *

Selasa, 29 April 2014

Bingung mau ngasih judul apa...

    Akhir akhir ini... Gue perhatiin dunia maya lagi kacau sepertinya..!! mulai dari seringnya Broadcast yang aneh aneh di BBM..  gue pengguna BBM, sering risih juga nih ketika dapet broadcast Kampret kayak gitu.. Lagi asik asik nulis, tiba tiba HP bunyi.. ternyata ada pesan masuk di BBM.. pas gue buka ternyata isinya adalah.. "di Invite yah temen aku, baik nggak sombong.. nih pin nya 123456"..  contohnya seperti itu... hal seperti ini kapan pun bisa terjadi.. *kampret*
Di Twitter juga udah mulai aneh,sekarang followers itu ada yang jual dan bisa didapatkan dengan harga sekitar 30rb keatas, tergantung berapa banyak followers yang lo mau.. gue nggak ngerti gimana cara transaksi nya.. Lagi asik asik baca Timeline.. ada mention masuk ke twitter gue, pas gue buka isinya itu nggak lebih dari dompet gue yang nggak ada isinya.. nggak penting banget.. kayak gini nih Mau followers dan ratusan retweet gratis setiap satu menit hanya di ->
goo.gl/5547j7 *kampret banget tau nggak*Dan yang paling mengerikan adalah Facebook.. ini lebih aneh lagi atau bisa di bilang Kampret dari yang lain..
Baru buka facebook ngecek notifikasi.. ada manusia Kampret nge tag begini..


ada lagi nih...


itu versi cowok KAMPRET.. ada nih versi cewek nya..




Gue tau kalau.. "bagus atau jelek nya diri lo, biarkan orang lain yang menilai dan lo nggak bisa menilai diri lo sendiri" bener kan !!.... Tapi kalo kayak gini manfaatnya apa coba??
Lo mau ngebandingin diri lo sama temen lo?? cara lo salah kawan... kalau lo ngerasa diri lo cantik, ganteng atau lebih dari pada temen lo.. mendingan ikutan kontes.. kan lagi ngetren banget tuh acara lomba lomba di TV gitu... nah lo daftar kesitu.. dan lo buktiin sama temen lo.. jangan kayak gini.. Jangan merusak karya Mark Zuckerberg.. *parah*
Lama lama gue semua akun gue, bakal gue tutup deh kalau masih aja ada yang kayak gini...
Gue bukannya mau ikut campur urusan orang lain.. Gue cuma pengen bikin kalian paham aja... karena media sosial diciptakan buat beriteraksi dengan orang lain yang tidak bisa bertemu secara langsung..

Udah ah.. Sekian dari gue.. see yaa..

-Ge Maullana-